KTNA Minsel Jual Potensi Pertanian Dan Perikanan Di Penas Ke 15 Banda Aceh

KTNA Minsel Jual Potensi Pertanian Dan Perikanan Di Penas Ke 15 Banda Aceh

BeritaMinsel – Moment Pekan Nasional Petani Nelayan ke-15 Tahun 2017 yang di selenggarakan di Provinsi Aceh, sepertinya tak di sia- siakan para peserta Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Minsel.

“Dalam ajang ini kami selalu menyampaikan akan potensi serta capaian hasil pertanian maupun Nelayan di Kabupaten Minahasa selatan kepada sesama peserta KTNA se Indonesia itu “ ucap Ketua KTNA Minsel Yahya Sumasa

Bupati Minsel melalui Kabag Humas dan Protokoler Henri Palit, SH berharap kepada peserta yang mengikuti acara tersebut, untuk senantiasa bisa membawa pertanian dan perikanan Kabupaten Minahasa Selatan ke arah yang lebih baik. Ia juga meminta agar apa yang sudah diterima dalam Pekan Nasional Petani Nelayan bisa diterapkan di Kabupaten Minahasa Selatan.

“Petani Minsel harus mampu melihat peluang yang ada, serta berinovasi dibidang pertanian dan nelayan. Tentunya, kita harus berterima kasih kepada seluruh petani dan nelayan, karena tanpa mereka, kita tidak ada apa-apa. Salut untuk semua masyarakat nelayan dan petani yang sudah bekerja keras selama ini terutama dalam mensukseskan program-program pemerintah daerah,” ucap Bupati Minsel, Minggu (7/5).

Lanjutnya berharap agar Presiden RI Joko Widodo berkesempatan mengunjungi Kabupaten Minsel dan melihat langsung semua potensi pertanian dan perikanan yang sudah dibangun. “Bentuk Kecintaan Masyarakat Petani Kabupaten Minahasa Selatan kepada Presiden RI Bapak Ir Joko Widodo, semoga Presiden bersedia berkunjung untuk menyaksikan langsung keberhasilan pembangunan pertanian di daerah kami,” pinta Tetty, sapaan Bupati Minsel.

Diketahui, Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) ke 15 di buka langsung oleh Presiden Jokowi di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Di hadapan 35 ribu petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, Jokowi bercerita tentang nasihat turun-temurun tentang petani dan nelayan. Jika tanpa mereka, masyarakat tidak dapat menikmati hasil tangkapan di laut dan panen di kebun serta sawah. “Saat masih kecil sering dengar nasihat kalau tidak ada petani yang bekerja keras, kita mau makan apa. Kalau tidak yang kerja keras, kita mau makan ikan apa. Saya ingat itu sejak masih kecil,” kata Jokowi.

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.